Pemasaran jemput bola dan tunggu bola
Dalam pemasaran kita bisa menerapkan strategi jemput bola atau tunggu bola.
- Jemput bola
Strategi jemput bola merupakan strategi di mana kita sebagai penyedia jasa/penjual produk melakukan secara aktif kegiatan pemasaran dengan menghubungi calon pelanggan kita satu demi satu. Jika ada yang tertarik, kita akan mendatangi mereka kemudian mempresentasikan produk atau jasa kita. Dari presentasi ini, calon client kita akan mengerti mengenai produk/jasa kita dan manfaatnya bagi mereka.
Setelah melakukan presentasi, kita akan terus menelpon calon client kita supaya memakai produk/jasa kita. Jika client belum tertarik, pertama-tama dia akan menolak dengan halus. Jika terus ditelpon, maka client akan merasa terganggu dan mulai tidak senang dengan follow up/tindak lanjut yang kita jalankan.
Pemasaran dengan cara ini akan banyak mengeluarkan energi karena kita sudah memakai banyak energi dan kemungkinan untuk berhasilnya rendah. Kemungkinan keberhasilan tergantung calon client merasa butuh atau tidak. Jika banyak client merasakan bahwa produk kita sangat mereka harapkan, maka tingkat penjualan kita akan baik.
Dalam metode jemput bola ini, posisi tawar kita menjadi kecil dan posisi tawar client menjadi besar karena terlihat kita yang membutuhkan client. Jika persaingan sangat sengit, kita memang harus menerima situasi ini.
- Tunggu bola
Dalam pemasaran tunggu bola ini, kita menunggu contact dari calon client yang sudah tertarik untuk memakai produk kita. Kita akan datang sesuai permintaan mereka, mempresentasikan produk/jasa kita kemudian memfollow up.
Untuk client yang sudah mengerti produk kita, kita cukup telpon sekali hingga dua kali untuk menanyakan apakah mereka jadi memakai produk/jasa kita atau bukan. Karena mereka sudah mengerti dan sudah mengenal kita, maka mereka akan memakai produk/jasa kita sesuai jadwal yang mereka inginkan.
Dalam pemasaran tunggu bola ini, kita harus merancang supaya produk/jasa kita mudah ditemukan pada saat calon client mencari produk kita. Di sini kita harus melakukan inisiatif bagaimana kira-kira calon client mencari produk/jasa yang kita tawarkan. Jika calon client mencari produk kita lewat internet kita harus memasarkan melalui media internet, jika calon client kita mencari produk kita melalui koran kita harus memakai media koran demikian seterusnya.
Pemasaran tunggu bola ini memerlukan dana untuk iklan. Di sini kita harus berbijaksana untuk memilih media yang tempat untuk memasang iklan kita. Pastikan biaya iklan bisa tertutupi dengan client yang didapatkan melalui media yang kita pilih.
Pemasaran dengan sistem tunggu bola mempunyai efektifitas lebih tinggi. Calon client yang kita datangi adalah calon client yang berinisiatif mengundang kita, dengan kata lain sudah memiliki kesadaran untuk mencari produk/jasa yang kita tawarkan. Posisi tawar kita juga seimbang dengan posisi tawar calon client kita.
Kunjungi www.prowebpro.com untuk menambah wawasan anda.